Toko Buku Nathan

 Sore itu di Yogyakarta, di Kotagede. Kami berdua, aku dan seorang teman perempuan mencari buku-buku lama yang hendak kita baca. Toko buku tua yang klasik, toko buku tua yang aku boleh pesan buku apa saja bahkan buku-buku mancanegara.


Aku mengirim pesan denganmu, tapi sepertinya kamu mungkin sudah lupa aku melakukan itu. Memberi tahu kamu tentang toko buku Nathan yang baru saja aku temukan. Sepertinya kamu pun tidak tahu bahwa ekspresi mengasihi dari aku adalah dengan berbagi buku, menceritakan isi buku dan saling bercengkrama hingga aku bisa melihat habis isi kepalamu.

Akhir-akhir ini sepertinya aku tak begitu menarik, atau habis mungkin penasaran mu denganku. Itu mengapa kamu tak begitu pandai lagi melihat sesuatu yang berubah dari aku. Tapi tak masalah, manusia mungkin dinamis atau kadang bisa jadi inkonsisten, bukan ? Sedang aku juga berpotensi demikian.

Maka sebenarnya aku tak mau berjanji apapun atau mendengar janji manapun. Itu berpeluang pada hatiku yang terus terikat dalam harapan yang mungkin tak bisa direalisasikan. Kadang alasan dari kata maaf seperti enggan aku dengarkan, seperti "maaf, aku tak sebaik yang pernah datang sebelumnya yang mampu memberimu banyak."

Maka sebenarnya aku tak juga pandai menuntut, tapi kadang alasan itu yang akhirnya menginspirasi aku untuk menuntut banyak, hingga lahir sebuah pemikiran menyebalkan "mengapa dia tidak mengusakan aku sebaik yang lalu jika dia tahu bahwa aku pernah diperlakukan sebaik itu ?" Padahal kemungkinan aku tak pernah berfikir demikian sebelumnya.

Mengasihi sepertinya tak jauh dari kata mengkasihani, sebab pada hakikatnya pengakuan seseorang atas keterbatasannta akan memaksa aku untuk memaklumi itu dan mengkasihani itu. "Kekasih" Bukankah seseorang yang dikasihani selain perlu dikasihi ? Jadi, mengapa kadang kita ingin jadi sok jagoan dan enggan dikasihani ?

Selain itu, aku mungkin mulai serakah. Bukankah aku cukup mandiri untuk melakukan banyak halnya sendiri ? Tapi mengapa akhir-akhir ini aku merasa ingin diberi pengertian atas segala apa yang aku lakukan ? Apalagi setelah ada kalimat "Aku disini, sekarang ada aku. Maka libatkan aku." Maka setelah mendengar kalimat itu, aku kehilangan kekuatan besarku yang apa-apa bisa sendiri. Dan yang paling menyebalkan adalah, ketika waktu yang katanya terlibat dengan kalimat "sekarang ada aku" menjadi sangat menyedihkan ketika tidak terpenuhi.

Aku kehilangan diriku yang pada akhirnya sekarang jadi suka mengadu, Aku jadi lebih sering kesepian, aku jadi lebih sering ingin didengarkan. Setahun lalu, aku tidak serapuh ini. Ternyata saling mengasihi sangat-sangat membuat seseorang menjadi sangat kasihan. Jadi, kadang aku benci dikasihani. Tapi, jika tidak dikasihani bukankah aku juga jadi tidak layak dikasihi ? Sebab kamu ingin membantu bagian yang aku tidak bisa. Padahal hakikatnya masih mampu dilakukan. Jadi, kali ini, apakah kesepianku yang sangat kasihan ini akan sering menjadi bagianku yang menyebalkan ? Ah, aku kesal pada diriku.

Setahun lalu, kataku "lebih baik kesepian saat sendirian daripada sudah berdua" dan kali ini sungguh kasihannya aku, ia sedang merasa tidak dikasihi.

Ternyata hari itu, di hari dimana aku mengunjungi Nathan, aku mengkasihani bacaan bukumu, kemudian memberimu referensi buku dan memintamu membaca.

Ternyata hari itu aku mulai mengkasihimu dan memilih untuk terus mengkasihanimu di banyak kesempatan lain. Dan ya, kamu mengkasihaniku lebih banyak. Toko buku Nathan, besok lusa aku harus bikin perhitungan, sebab kamu jugalah aku menjadi kasihan

Komentar

Postingan Populer