Sebagian Pembaca Itu Berengsek, dan Mungkin Aku Salah Satunya
(Sebuah tulisan lepas suka-suka yang tidak seberapa)
Persetan ! Hampir semua pembaca menggunakan isi kepalanya untuk mengetahui lawan bicara. Membaca dirasa kurang cukup, ia baca pula lawan bicaranya bicara. Ia pandai meremehkan, pandai pula mengelabui.
Kau tahu apa yang paling menarik dari seorang pembaca ? Ya membaca. Ia menarik membaca bukunya, ia menarik mengulas buku bawaannya, Ia menarik memamerkan kecerdasannya. Dan yang perlu kita ketahui adalah, pembaca selalu menarik saat berbicara. Disadari atau tidak itu adalah kelebihan para pembaca. Semakin banyak buku yang ia baca, semakin bijak ia memilih kata.
Pembaca punya cara unik untuk berteman, meskipun pembelian buku sudah banyak berkembang, tapi transaksi barter lebih menyenangkan daripada selalu membeli. Kalimat "Bolehkah aku meminjam bukumu ?" Adalah kalimat pembuka dari nyawa pertemanan. Kemudian akan lahir barter buku yang lain. Bahasa cinta pembaca adalah memberi buku, ia akan membeli dua buah buku untuk judul yang sama. Dua buku yang akan diberikan untuk dirinya dan untuk seseorang yang ia cintai. Mengapa ? Karena baginya membaca buku yang sama itu cukup menyenangkan, cukup membuat perutnya dipenuhi kupu-kupu.
Tapi, apa sisi gelap pembaca ? Pembaca selalu pandai membaca situasi, pembaca cukup sering sarkas pada orang lain. Dan mungkin orang lain tidak menyadarinya. Mereka menyembunyikan kesarkasan itu dibalik pujian, tawa menyenangkan dan banyak hal. Tapi, hanya sedikit yang paham. Sesama pembaca akan tahu kalau lawan bicaranya sedang melakukan kekejian dalam berkomunikasi.
Dan bonusnya, pembaca mungkin lebih banyak menolak tunduk dan lebih suka melawan. Karena bisa jadi tunduk menjadi salah satu hal yang mendekati kemunafikan. Hehe, tapi mungkin tidak selalu :"v
Komentar
Posting Komentar