Bagaimana Mungkin Tuhan Keliru Menciptakan Keindahanmu
Ada hal yang tidak datang setiap hari, tapi perlu dipilih dan diusahakan setiap hari. Seperti memilih untuk memulai hari dengan senang atau tidak. Kita tidak pernah bisa terus menjadi sama setiap hari, tapi kita punya pilihan untuk bisa terus memperbaiki apa yang salah dihari sebelumnya dan mempertahankan hal baik kemarin. Sebagaimana kamu menurunkan ego yang mungkin membuatku sedih kemarin atau sebaliknya.
Tidak ada manusia yang terus sempurna, tapi begitu sempurna manusia jika terus mau belajar setiap harinya. Maka memutuskan untuk beriringan dengan seseorang itu berarti memilih untuk berupaya, belajar, memperbaiki dan mungkin sesekali mampu menghakimi diri sendiri agar bisa lebih terdidik. Sebab ketika pada akhirnya memutuskan untuk beriringan, mungkin obrolanku yg membosankan lebih kamu indahkan daripada berkata enggan mendengarkan.
Akhir-akhir ini sepertinya tulisanku tidak begitu penting. Atau mungkin sesekali kita saling bosan satu sama lain. Tapi, sebagaimana hujan turun menjatuhi bumi selama berabad-abad, bumi tetap saja membutuhkan hujan untuk menjaga keseimbangannya. Begitupun mungkin diriku. Banyak hal yang kurang sempurna dari aku, kamu dan dua manusia yang akhirnya disebut kita. Tapi yang pasti, bagaimana mungkin tuhan keliru menciptakan keindahanmu, bukan ? Bagaimana mungkin aku mencela Tuhan yang menciptakanmu dengan amat sangat berusaha.
Berjalan-jalanlah sekali-kali, mungkin pada dirimu yang ingin kamu kenali lagi. Berlari-larilah sekali lagi, agar aku tangkap dekap pulangmu yang malu-malu melihat ke arahku. Satu, dua, tiga, empat dan lima, tak habis ku hitung satu persatu hari dimana engkau pulang menghabiskan waktu bersamaku lagi. Sampai nanti :)
Komentar
Posting Komentar