Belajar Dari Bisnis

 



Tulisan ini sepertinya tidak begitu menarik bagi pembaca, tulisan ini hanya berisi beberapa cara tuhan memberikan pelajaran dari banyak cerita.  Tulisan ini agak panjang, tidak beraturan dan mungkin sedikit membosankan. Dan tentu saja tulisan ini adalah sepenggal kecil berita bahagia setelah banyaknya ribuan rencana yang tertunda. Aku harap jika kamu memutuskan membaca ini, bacalah hingga usai.

Awal mulanya aku akan bercerita tentang Bisnis. Bisnis ku beli akhir tahun 2024 karena hasil dari kerinduanku dengan bercocok tanam. Aku membeli Bisnis yang berupa tumbuhan yang memiliki nama asli Sirih Gading Emas atau para penjual sering menyebutnya "Pohon Rejeki". Karena ia merupakan sebuah tumbuhan yang disebut dengan Pohon Rejeki maka aku memberinya nama Bisnis (tapi aslinya sebenarnya agar jika orang bertanya aku sedang sibuk apa, aku akan menjawab "Sedang mengurus Bisnis"). 

Menurutku, Bisnis bukan sekedar tumbuhan. Ia temanku bercerita, temanku bertumbuh, temanku melewati bulan - bulan menyenangkan dan menyakitkan di 2024 - 2025 yang tidak jarang harus aku lewati sendirian. Pertengahan tahun lalu aku mengambil keputusan besar, mempertaruhkan keberuntunganku, menghabiskan segala usahaku, menguras segala energi dan keuanganku. Habis - habisan aku menyelesaikannya.

setelah berbagai pertimbangan panjang ternyata usahaku hanya berakhir kerelaan. Aku tidak ingin mengatakan bahwa usaha itu sia - sia atau gagal, karena sejatinya aku tidak gagal. Aku berhasil dengan sangat memuaskan. Hanya saja, aku perlu rela meninggalkan segala kepuasan yang sudah aku usahakan dengan habis- habisan. Hari - hari itu rasanya berat sekali, aku mulai kehilangan minatku hidup di dunia, kehilangan keinginanku untuk membantu orang lain, kehilangan diriku sendiri di beberapa keadaan. 

Setiap hari aku bangun dengan perasaan lelah sekali, setiap malam aku menangis hingga tertidur lagi. Di Pagi hari aku bersiap untuk berkerja, menyapa Bisnis dengan sedikit bercerita perasaanku. Berpura - pura senang ternyata bukan hanya di novel, aku melakukannya. 

Anehnya, Bisnis kian hari kian layu, daunnya mula - mula menguning, tangkainya layu lalu mulai mengering. Sekitar Bulan dua di 2025 Bisnis mulai tidak sehijau dulu, Bisnis tidak sesegar dulu. Aku mulai berfikir bahwa "Bahkan Bisnis mungkin akan menemui masanya untuk meninggalkanku". Dan perasaan itu adalah perasaan sudah biasa aku alami. Perlahan rasanya menjadi biasa saja.

Tahun ini, tahun yang amat sangat berat dijalani. Semua orang punya luka, dan mungkin aku juga terluka. pada setiap tulisan yang aku tulis baik di platform dan buku - buku catatanku, aku selalu berharap semoga aku bertahan dan ini bukan jadi tulisan terakhirku atau mungkin surat wasiatku. 

Aku, dibeberapa kesempatan juga berfikir, siapa yang mau dengan manusia penuh luka, putus asa dan tak tahu arah hidupnya. Hingga pada akhirnya, sebuah harapan muncul akhir - akhir ini. Belum lama, sekitar bulan September dimana hari mulai ku rasa hambar (biasa saja tidak pahit, tidak juga Manis). sebuah perasaan yang mungkin aku mulai mencintai diriku lagi. Belum sepenuhnya, tapi mungkin beberapa. Aku Mulai perlahan mengikhlaskan banyak kata - kata seperti : Merelakan, sia - sia, gagal, tidak berguna, dsb. Belum sepenuhnya hilang, karena sesekali perasaan itu pulang lagi. tapi aku perlahan tidak sesering dulu menyalahkan diriku.

pada akhirnya, bulan lalu aku terkejut sekali, setelah sekian lama tidak mengobrol dengan Bisnis, aku melihatnya yang di pojok meja kembali tumbuh tunasnya. Ia tumbuh hijau, gemuk, segar dan tentu saja menyenangkan untuk dilihat. Di saat itu aku memperhatikannya lama, terdiam, aku diam bukan karena aku bingung harus bercerita apa sebab sudah lama tidak bercerita. Aku terdiam sebab aku menyadari bagaimana beratnya jadi Bisnis hidup bersamaku.

Bisnis yang mula - mulanya adalah tanaman segar pada akhirnya hidup bersamaku yang penuh tekanan, kadang karena amarahku pada kehidupan membuatku memaki Bisnis yang tidak melakukan apapun, kadang hanya kupandangi dan kudiamkan tanpa ku beri nutrisi. Bagaimana bisa makhluk hidup terus hidup dibawah tekanan ? maka saat itu Bisnis punya dua pilihan saat hidup denganku, bertahan meskipun sekarat atau menyerah dan mati. pada akhirnya ia memilih menanggung rasa saat yang nyaris membuatnya sekarat setiap hari. 

pada akhirnya aku paham, manusia juga begitu, dan tentu aku juga begitu. Aku punya masa seperti Bisnis, aku punya masa dimana aku ditekan, diharapkan (keberhasilanki), dipatahkan (ekspetasiku), digagalkan (usahaku), dan disakiti (perasaanku). Bisnis yang hidup sendirian itu akhirnya bergantung padaku yang ternyata akupun mengecewakannya. Begitupun aku, aku bergantung pada rumah yang pada akhirnya sesekali menyakitiku. Manusia selalu punya perasaan kecewa, tapi tentu itu akan sembuh sendirinya. 

Diantara banyak masa krisis itu, akhirnya Bisnis melewatinya. Akhir bulan lalu, di 29 Oktober 2025 aku melihat Bisnis sehat lagi. Diantara beberapa senang yang akhirnya juga datang padaku, ternyata Bisnis juga merasakan itu lagi. kali pertama yang terbesit dipikiranku adalah : Mungkin ada berita baik yang akan datang dalam waktu dekat. Jika Hidup seperti Bisnis, maka mungkin tak lama lagi hidupku akan bersemi juga, menghijau juga. 

Diantara banyak doa, diantara kalimat Rabbi Inni Limaa anzalta ilayya min khairin faqiir yang ku sebutkan setiap hari pada akhirnya perlahan menemui berita baiknya. Sebuah alasan dimana kita harus tetap hidup untuk menolong agama Allah. Sebuah alasan yang sudah lama tidak aku sebutkan. Kali ini, pada akhirnya aku kembali menulis sesuatu yang mungkin akan membuatku senang selama dua tahun. Sebuah perasaan yang sudah lama tidak aku rasakan. Kali ini, mungkin aku akan banyak lelah yang menyenangkan. Kali ini, mungkin aku ingin berusaha lagi. Kali ini, aku ingin seperti Bisnis yang menghijau lagi. Kali ini, mungkin aku akan bersinar lagi setelah 3 tahun berjalan meraba - raba kegelapan.

untuk semua teman yang terus membersamai, untuk orang - orang terdekat dan terkasih yang tak pernah meninggalkan dalam keadaanku yang sungguh labil dibeberapa tahun terakhir, terimakasih banyak. Semoga suatu hari nanti kalian bisa terus senang membersamai kehidupanku yang sesekali membosankan. hidupku yang begini - begini saja semoga tidak menjadikan kehidupan menjadi sangatlah bosan. kali ini, aku akan mencoba bersinar lagi. 

sudah, begitu saja dulu ceritaku dengan Bisnis. ini tulisan yang tidak seberapa dan lumayan panjang. Kamu, jika masih merasa tidak bisa apa - apa, ingat aku yang juga banyak tidak bisa apa - apanya tapi sedang mencoba menang dengan keputusasaanku yang hampir tidak menginginkan apa - apa. hari ini, aku ingin hidup, sebuah keinginan yang mungkin satu tahun terakhir maju mundur aku gantungkan. Tetap semangat menjalani hari, kita hidup tentu dengan banyak alasannya. terimakasih

oiya, karena bisnis adalah pohon Rejeki, mungkin ia layu sebab semangatku menjemput rejeki saat itu terlalu underatted kali ya. hehe. have a nice day teman 

Komentar

  1. Terimakasih yaa, Bisnis. Sehat-sehat Yang punya Bisnis dan juga bisnisnya 🤍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer