Kepada Engkau Temanku Bercerita, Aku berharap Kamu Punya Kesempatan Untuk Membaca
Malam ini kota diguyur hujan deras. Tapi, kelap kelip lampu masih meramaikan kota. Aku yang tidak bisa terkena air hujan ini tiba-tiba mengingatmu sesekali. Tentang makan angkringan dan pulang kehujanan, tentang banyak makanan ringan yang aku habiskan bersamaan, tentang duduk bersamamu bercerita banyak hal
Di langit malam yang terus mendung, entah mengapa aku ingin mengabarimu banyak hal. Aku juga ingin bercerita banyak hal. Kata bunda, aku menemukan mu dengan cara yang entah mengapa terlihat bahagia. Kata bunda, seharusnya aku bisa berteman denganmu selamanya. Aku sebenarnya ingin kita berteman dengan leluasa selamanya, berteman baik dengan segala bentuk dan rupa, berteman denganmu dengan segala tawa dan duka
Ada beberapa kisah yang tidak bisa aku sebutkan pada bunda, dan itu berpulang padamu. Ada beberapa kisah yang akhirnya aku khususkan ku ceritakan kepadamu. Pada hati yang bingung tentang apakah perasaan ini, aku berharap kita terus berteman baik, ya
Kali ini, aku ingin pergi ke suatu tempat dimana kamu juga ditanyakan. Di angkringan yang kita kunjungi, di museum yang kita datangi, di taman baca yang berisi anak-anak yang menanyakan mu, atau pada seseorang yang mana ia juga suka menceritakan mu. Katanya "kita akan terus kembali pada orang yang mengetahui kita agar pembicaraan menyenangkan itu terus mengudara"
Di banyak cakap yang tidak sampai, beberapa saat lalu aku mengirim pesan yang mustahil engkau baca. Kataku pada pesanku yang ku kirim terakhir kali "kalau aku pergi dari dunia itu mungkin karena aku udah bener-bener pengen ketemu tuhan. Tapi, semoga sebelum itu terjadi, kita masih punya kesempatan buat ngobrol dan ketemu lagi, ya"
Terimakasih banyak yaa sudah jadi teman baik ku yang mau dengar, terimakasih banyak sudah jadi tempatku pulang meski kamu mungkin tidak merasa begitu, terimakasih sudah tertawa bersamaan, terimakasih sudah mau cerita banyak denganku, dan terimakasih banyak sudah jadi teman yang baik selama ini.
Saat ini, sesekali aku ingin berpulang. Kamu tahu, satu hal yang buat aku tidak ingin berpulang salah satunya adalah karena bisa bercerita dan menangis dengan mu. Dunia ini cukup berat untuk dilalui sendirian, besok lusa jika dunia ini berat dan kamu ingin berpulang pada suatu hal sedang aku sudah tak kau temukan di dunia, maka datanglah pada pusara ku. Aku berjanji akan mendengarkan mu dengan seksama. Besok lusa kalau kau kira dunia tidak adil, ingat bahwa adil belum tentu sama rata maka temukan kebahagiaanmu saja. Aku menemanimu meski hanya sebatas menerima segala doa
Sampai nanti, pada kesempatanku pada kehidupan yang abadi
Komentar
Posting Komentar