Jika kamu sadar, seluruh tulisanku itu tentang mu


Aku tahu kalau kamu mungkin tidak juga memperhatikan tulisan – tulisanku di media social. Tapi, sadar atau tidak tulisan – tulisan itu selalu ku tulis untuk mu. Sayangnya, kamu bilang kalau kamu belum suka dengan membaca, itu sebabnya kamu tidak paham isi hatiku. Jika kamu paham kalau kamu selalu dibahasakan dengan indah di tulisan – tulisanku, mungkin hubungan yang tidak singkat itu akan terus berjalan lama. Tapi, entahlah. Rasa – rasanya aku mungkin terlalu egois memintamu untuk terus tetap tinggal dan menjadikanmu ada padahal kamu ingin beranjak pergi. 
Pada setiap jalan yang aku lewati, pada bulan purnama yang indah sekali, pada jalanan di samping Pantai yang anginnya kencang, atau mungkin jalanan di samping tebing pegunungan, kamu tahu itu indah sekali. Tapi pada akhirnya aku tersadar, bukan kamu yang membawa mobil sambil memegang tanganku untuk melewati keindahan itu. Banyak sekali yang cantik, hingga pada akhirnya aku ingin hatimu yang bisa menemaniku.
Hai pemuda, tiga tahun tidak singkat. Rasa – rasanya apa aku yang salah karena isi hatiku diketahuimu ? kamu bertanya apa aku menyukaimu, bukan ? aku harus bilang ap ajika memang iya. Kita akhirnya berjalan berdua saat itu, tapi tetap saja, aku seperti bukan diriku. Kita, mungkin dua anak panah yang saling melesat melukai. Atau mungkin kamu seorang lelaki yang enggan dicintai. Hai pemuda, aku harap kamu akan senang, dengan pemudi manapun yang akhirnya membawamu berpulang.
Aku, yang mungkin banyak mengeluhnya ini semoga tidak kau temui lagi di gadis lain. Aku yang banyak manjanya ini, semoga tidak kau jumpai pada gadis lain. Kamu, mungkin menyukai seorang gadis mandiri, sedang aku tidak mampu. Aku punya apa wahai pemuda ? aku pernah merindukanmu dengan banyak sekali bentuknya. Kali ini, dua kali perpisahan yang melukai hati, biarkan aku saja yang pergi. Akan ku pastikan aku kembali berbahagia di manapun kakiku berpijak, akan ku pastikan aku bisa melakukan banyak hal meski itu bukan denganmu. 
Mungkin, pada akhirnya masih ada kamu di setiap aku duduk di luar melihat purnama sambil meminum minuman ringan kesukaanku, mungkin masih juga tentangmu yang menemani perjalanan pulang 12 jam ku. Mungkin, masih ada daftar playlist spotify mu di ponselku yang sesekali aku dengarkan. Sembuh memang tidak mudah, tapi aku pastikan aku akan baik dan akan temukan manusia yang lebih baik dan lebih menyenangkan dari kamu pada setiap episode kisah kehidupanku. Terimakasih banyak atas segala kasih dan sayang selama kita bersua, terimakasih banyak pernah berbagi tujuan meski mungkin kamu banyak ragunya. Aku, tidak pernah menyesali segala senang yang telah di beri tuhan. Mungkin tidak lagi pantas aku mengumbar doa pada tuhan atas kebahagiaanmu, tapi satu hal yang pasti, tetaplah bahagia di belahan bumi dan dibawah langit manapun. Siapapun orangnya nanti, siapapun yang berhasil nanti, aku harap aku senang dengan segala hal yang tuhan sediakan. Selamat tinggal, semoga hati kita tidak berjumpa lagi 😊

Komentar

Postingan Populer