Suatu Hari Bernama Esok

 


Suatu Hari Bernama Esok

Kau tahu, dunia begitu indah. Ya, aku berusaha berjalan sejauh yang aku bisa untuk terus menjelajahinya. Ada banyak sekali hal baru bernama “pembelajaran” untuk ku. Sejauh ini, mungkin aku belum berjumpa denganmu. Sejauh itu pula belajar adalah sesuatu yang paling menyenangkan yang datang di kehidupanku. Meskipun waktu bernama “Esok” belum datang, aku meyakini satu hal bahwasannya kamu adalah salah satu hal menyenangkan yang pencipta kirimkan pada esok hari.

Kakiku terus melangkah, semampu dan sekuat kakiku berdiri untuk terus menjelahi luasnya dunia. Di saat itu pula, banyak hal indah yang aku saksikan bersama teman – temanku. Sebelum kamu menjadi salah satu temanku juga di kehidupanku. Kau tahu, terlalu banyak pasir pantai yang sudah ku injak. Terlalu banyak gunung yang sudah aku daki. Terlalu banyak kota yang telah mengenalku dengan ramah. Sejauh itu, aku tidak tahu apakah aku sudah pernah berjumpa dengamu ? sebuah takdir yang mungkin pernah kita jumpai tanpa sadar.

Akan ada hari bernama Esok, dimana aku berbincang denganmu bahwa aku sudah pergi sejauh ini, dan kamu juga berkisah mengenai dimana saja kakimu pernah berhenti sejenak untuk istirahat. Semua itu akan menjadi sebuah kolaborasi kisah kita untuk saling bertukar selama sisa sisa pertemuan yang akhirnya datang, kemudian dari kisah itu, akan lahir kisahku dan kisahmu yang berkunjung untuk kedua kalinya ke tempat tempat yang pernah kita datangi dulu.

Suatu hari bernama Esok, yang aku belum tahu pasti apakah aku sempat berjumpa atau tidak. Sebab pemilik semesta yang memiliki kartu pass nya. Entah apakah suatu hari nanti kita sempat bertemu, atau mungkin kartu passku sudah lenyap dimakan waktu. Jika itu hadir, tetaplah jadi hebat dengan satu nama yang di berikan pencipta. Sebab, setiap kita punya satu nama yang sempat bersanding yang di ciptakan oleh pemilik semesta. Entah itu di saat diriku sadar atau disaat diriku terlelap kehabisan waktu.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer